Perancang laman web, penulis blog, pesepeda, dan pelari.




Bakso So’un & Mie Ayam Lodaya (Jalan Veteran)

Category : Eatery, Review · by Jan 28th, 2019

Pada awalnya saya tidak dapat membedakan antara so’un (sohun) dan bihun, keduanya berwarna putih bening, tapi ternyata ada perbedaan mendasar dari kedua jenis mie tersebut. Bihun ternyata terbuat dari tepung beras sementara so’un terbuat dari pati umbi-umbian. So’un juga biasanya sedikit lebih besar, selain teksturnya yang lebih kenyal dan licin.

Nah, di Bakso So’un dan Mie Ayam Lodaya ini yang disajikan adalah so’un tadi, tentu, saja sesuai namanya.

Kedai bakso ini memang dulunya ada di Jalan Lodaya, Buahbatu.

Kunjungan pertama saya adalah beberapa tahun lalu ketika bakso ini masih berjualan di Lodaya, Buahbatu, itulah kenapa namanya Bakso So’un & Mie Ayam Lodaya meskipun saat ini terletak di Jalan Veteran.

Kedai bakso yang buka dari hari Selasa sampai dengan hari Minggu setiap pukul sebelas siang sampai pukul sembilan malam ini semakin ramai didatangi pengunjung, seringkali saya harus masuk waiting list kalau berkunjung ke sini. Tidak lama, karena meja dan kursinya juga banyak. Penyajiannya juga cepat karena pegawainya banyak.

Satu porsi bakso so’un urat dan daging berisi mie so’un (yang tidak terlalu banyak), dua butir bakso urat, dua butir bakso halus, potongan tahu goreng, dan tetelan (daging sapi). Kalau mau sayur (sawi), harus memesan sayuran secara terpisah karena secara default tidak ada sayurnya. Pun begitu dengan pangsit goreng yang biasanya sudah termasuk dalam porsian mangkuk mie bakso maupun mie ayam, harus dipesan secara terpisah dengan tambahan biaya.

Porsinya tidak terlalu banyak, kecuali kita lengkapi dengan topping-topping lain yang dijadikan pilihan.

Tapi kemudian segala sesuatu yang dipisah ini menjadi ciri khas Bakso So’un & Mie Ayam Lodaya, banyak yang memesan mie yang digoreng garing (kriuk-kriuk) dan pangsit goreng secara terpisah sebagai camilan sebelum makanan utamanya datang.

Catatan saya adalah porsi yang sedikit, namun harganya lumayan mahal. Satu porsi bakso so’un urat & daging tadi dipatok dengan harga Rp. 21.000,- lumayan mahal karena saya harus menambah Rp. 2.500,- untuk satu porsi sayuran dan Rp. 4.000,- untuk satu keping pangsit datar. Kira-kira, siapkan sekitar Rp. 30.000,- sampai Rp. 50.000,- per orang kalau mau bersantap di sini.

Pangsit datar dan kriu-kriuk yang baru selesai digoreng.
Penyajian pesanan di sini cukup cepat, walau pengunjungnya banyak.
Selalu ramai, apalagi ketika masuk waktu makan siang/makan malam.
SHARE :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.