Sebagian orang menyukai roti yang tebal dan besar dengan tekstur yang lembut seperti yang kita temui di brand-brand roti besar di mall. Ami (istri saya) lebih menyukai roti yang padat dengan tekstur khas, seperti roti yang dijual di Toko Sidodadi yang tadi pagi kami bungkus untuk bahan cemilan di rumah neneknya Kinanti. Belanja di Toko Sidodadi memang harus pagi, jam 10 toko buka dan sudah ada antrian di sana. Siang sedikit, tidak banyak pilihan yang disediakan karena habis. Roti di sini boleh dibilang legendaris, silahkan tanya orang tua atau bahkan silahkan tanya kakek/nenek yang tinggal atau pernah tinggal di Bandung. Kemungkinan besar beliau pernah setidaknya mendengar tentang toko ini. Beberapa tempat di sekitar Alun-alun Bandung memang sudah ada sejak tiga atau empat generasi sebelumnya. Seperti yang sudah pernah saya sampaikan dalam Sarapan di Bandung: Kopi Purnama. Atau Kopi Aroma yang insya Allah saya bahas di lain hari. Roti Toko Sidodadi memiliki tekstur yang khas, padat, tapi tetap lembut di mulut. Rotinya tidak “hampos” seperti roti mall. Lalu untuk isiannya, sepertinya mereka menggunakan selai dengan bahan dasar buah asli. Contohnya roti nanas kesukaan Ami, selai nanasnya berserat, dan terasa seperti nanas asli dengan tambahan gula yang tidak banyak. Lagi-lagi, berbeda dengan…

View the article
@