Perancang laman web, penulis blog, pesepeda, dan pelari.




Warkop Gembul (Gemboel) Ciumbuleuit

Category : Eatery, Review · by Jan 25th, 2019

Yang sering main sampai larut malam di daerah Bandung kota atau Bandung bagian atas setidaknya pernah mendengar warung kopi (warkop) Gembul di Ciumbuleuit ini. Gembul, atau Gemboel, awalnya hanya menjual kopi dan Indomie tapi sekarang sudah banyak ragam sajian yang ditawarkan meski konsepnya tidak berubah: warkop.

Sore tadi sepulang kerja, kami titip Kinanti di neneknya. Tujuannya, mengulang masa pacaran: makan sore di Gembul.

Dulu ketika pertama kali datang, hanya ada dua atau tiga kursi panjang. Lapaknya memanfaatkan lahan kosong di sebelah bangunan yang sekarang malah jadi tempat berjualannya. Saya diajak teman yang kuliah di Unpar saat itu (Sipil 2002), kalau tidak salah menjelang tengah malam.

Pertama kali datang ke sini, hanya bagian ini yang ada.

Selain Indomie dan kopi (kopi sachet), Gembul juga menjual nasi kuning. Nasi kuningnya yang saya suka, dan membuat saya sering berkunjung.

Selain dekat dengan kampus Unpar, salah satu alasan kenapa warkop ini populer adalah karena buka 24 jam. Jadi selain saat jam makan, Gembul juga pasti ramai selepas tengah malam. Sebetulnya hanya dua alasan tadi yang membuat warkop inj ramai, karena tidak ada sajian istimewa.

Tempatnya jadi lebih luas.
Pilihan lauk tambahannya jauh lebih banyak.

Saat ini, selain tempatnya yang bertambah luas, Gembul juga menyajikan lebih banyak lauk tambahan untuk nasi kuningnya. Porsi standar nasi kuning di sini disajikan dengan telur dadar iris, mustafa (kentang yang diiris tipis, digoreng dan dibumbu manis pedas), sambal, dan kerupuk. Saya biasanya minta tambah ayam suir, enak. Tapi tadi sore saya coba kulit bumbu kecapnya.

Nasi kuning Gembul, saya pesan lauk tambahannya kulit bumbu kecap.
Indomie kuah telur setengah matang Gembul, tambah irisan rawit.

Tadi sore, Ami memesan Indomie kuah telur setengah matang ditambah irisan cengek (rawit). Khas warkop, yang entah kenapa Indomienya sering jauh lebih enak daripada buatan sendiri.

Sesuatu yang tidak pernah saya temui sebelumnya saat kuliah dulu adalah kue Pancong, seingat saya dulu memang tidak ada. Kue Pancongnya enak, cukup padat dan mantap, dengan bagian bawah yang kering, saya bahkan bilang kalau bagian bawahnya lebih terasa seperti biskuit karena kering. Harganya Rp. 3.000,- satu porsi.

Kue Pancong Gembul.

Gembul terletak di pertigaan jalan Manajangan dengan jalan Ciumbuleuit, persis berseberangan dengan pangkalan ojek. Kalau datang dari bawah, lokasinya ada di sebelah kanan jalan, sekitar 1 kilometer setelah kampus Unpar.

Jajan di sini murah, uang Rp. 50.000,- bisa untuk makan 2 orang dengan masing-masing 2 porsi hidangan dan minuman. Simak menu lengkap dan harganya dalam gambar berikut.

Jajan murah dan kenyang di Gembul.
SHARE :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.