Perancang laman web, penulis blog, pesepeda, dan pelari.




Dibungkus: Baso Panghegar Mang Ade

Category : Dibungkus · by Mar 17th, 2019

Sekitar pertengahan tahun lalu saya melewati Jalan Hasanudin, sekitar belakang RS Borromeus sampai Unpad DU, dan menemui sesuatu yang tidak biasanya. Trotoarnya kosong. Padahal kawasan ini termasuk yang banyak PKLnya, saya sering sekali makan di sekitaran ini, mulai dari cemilan seperti cilok sampai warung nasi gudeg langganan ada di sini. Ternyata saat itu telah terjadi penggusuran, kios-kios dan bangunan non-permanen itu dirobohkan.

Lapak Baso Panghegar Mang Ade yang terlihat lebih “enakeun” karena roda baksonya baru dan tempat yang lebih luas.

Lapak Baso (Bakso) Panghegar Mang Ade adalah salah satu PKL yang kena gusur. Itulah kenapa akhir tahun lalu lapaknya sempat menghilang. Namun tidak lama, Mang Ade akhirnya memindahkan lapaknya ke seberang lapak lama, persis di seberang lapaknya yang dulu. Kini, lapak barunya lebih nyaman karena areanya terbuka dan terasa lebih luas.

Mang Ade ini dikenal dengan porsinya yang besar, selain baksonya yang enak dan ceker (kaki) ayamnya. Baksonya lembut, tidak terlalu kenyal, dan tidak berbau aneh. Beberapa bakso di pinggir jalan, tidak banyak, biasanya berbau bahan kimia yang menimbulkan asumsi penggunaan bahan pengawet yang cukup banyak. Untuk alasan kesehatan, tentu kita akan menghindari itu. Bakso yang dipakai, sudah bisa ditebak, adalah Bakso Panghegar. Pengrajin bakso asal Bandung yang kualitasnya sudah dikenal baik, halal dan bebas pengawet. Jadi, tidak perlu khawatir kalau mau jajan di Baso Mang Ade.

Yamin asin, atau sebetulnya mie bakso campur yang dipisah. Saya kurang suka ceker, jadi ga ada ceker di fotonya.

Berjualan sejak tahun 1987, mang Ade banyak dikunjungi para pekerja di sekitar Dago. Lokasinya memang strategis, dan uniknya pada awalnya dia berjualan persis di depan resto peranakan yang juga menjual bakso. Toko You namanya, lebih populer di kalangan penikmat resto yang berbeda jauh dengan lapaknya Mang Ade yang diperuntukan bagi para penikmat mie bakso pinggir jalan.

Satu porsi mie bakso di Baso Panghegar Mang Ade bisa ditebus dengan harga Rp. 20.000,- sampai Rp. 25.000,- tergantung pesanan kita apakah komplit dengan pangsit basah dan ceker ayam atau hanya mie bakso saja. Lumayan terjangkau, mengingat porsinya yang sangat banyak. Cukup lah kalau mau dipake makan siang atau bahkan makan malam kalau suka.

Pesanan saya yang dibungkus sedang disiapkan.
Mang Ade himself, masih segar bugar setelah berjualan lebih dari 30 tahun di sini.

Di sebelah lapak Mang Ade ada juga lapak jus buah dan sayuran, harganya sekitar Rp. 10.000,- sampai Rp. 15.000,- saya biasanya pesan jus wortel dan jeruk tanpa gula tanpa es.

Penjual jus di sebelah lapak mang Ade.

Lapak ini berbeda dengan penjual bakso tahu ikan yang ada di Jalan Ternate ya, walau penjualnya sama-sama mang Ade.

Baca ulasan saya tentang jajanan pinggir jalan lainnya.

SHARE :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.