Perancang laman web, penulis blog, pesepeda, dan pelari.




Dibungkus: Soto Ayam Madura (Simpang Dago)

Category : Dibungkus · by Jan 20th, 2019

Soto ayam, atau khususnya soto, dapat kita temui di hampir semua daerah di Indonesia. Soto ayam saja kita kenal dengan soto khas dari Madura atau Lamongan, atau yang juga sering ditemui di Yogyakarta, beda lagi sotonya. Atau soto ayam Boyolali yang kuahnya bening, tidak diberi kunyit seperti tiga jenis yang saya sebut tadi.

Pun begitu, soto ayam dari Jawa ini mirip-mirip satu sama lain. Misalnya soto ayam khas Lamongan dengan soto ayam khas Madura, bedanya hanya di penggunaan koya dan soun. Itulah kenapa soto khas Madura biasanya lebih gurih, dengan kuah yang lebih pekat. Sementara soto Lamongan biasanya lebih berlemak, hasil dari kuahnya yang menggunakan kaldu dari daging dan lemak sapi.

Panjang bahasan mengenai soto ini, malah terpikir untuk kelak dibuatkan bahasan tersendiri tentang kekhasan soto dari seluruh pelosok nusantara. Mudah-mudahan ada waktu, tenaga dan rejekinya.

Saat ini saya sedang membahas Soto Ayam Khas Madura yang ditemui di Simpang Dago. Alasan bungkus soto di sini adalah seperti biasa, murah dan dekat rumah.

Seperti yang sudah disampaikan, soto ayam Madura punya kuah yang lebih kental dan gurih, di beberapa penjual soto kuahnya yang sudah gurih kemudian ditambah lagi dengan koya. Jadi gurihnya terlalu, sulit untuk dibilang nikmat. Di Soto Ayam Madura Simpang Dago ini tingkat kegurihannya bisa dibilang cukup, pas. Itulah kunci kenikmatan menikmati soto, harus serba pas.

Kalau makan soto, saya biasa membubuhi kecap di nasinya.

Dalam satu mangkuk soto, ada irisan daging ayam, irisan kol mentah, soun yang sudah direbus ringan sebelumnya, beberapa iris telur ayam rebus, dan koya. Biasanya kita diberi kerupuk udang, di sini malah diberi kerupuk palembang.

Satu porsi soto ayam di sini harganya Rp. 10.000,- tanpa nasi.

Yang saya suka, selain rasa sotonya, adalah pedagangnya yang memperhatikan kebersihan sajiannya. Meski berjulan di lapak pinggir jalan dengan lingkungan yang kurang steril (maklum, pedagang kaki lima), tapi dia mengemas bahan-bahannya dalam kemasan yang tertutup rapat. Setiap meracik sajian penjualnya selalu mengunakan sarung tangan plastik. Jadi kita pembeli lebih tenang, karena dijaga kebersihan sajiannya.

Penjualnya berusaha menjaga kebersihan sajiannya.

Lapak soto ayam di Simpang Dago buka pukul tujuh pagi sampai pukul tiga sore. Jadi bisa dinikmati sebagai sarapan maupun makan siang.

Letak persisnya adalah di lapak pinggir jalan sebelum Bank BJB dan belokan ke jalan Kidang Pananjung.

Baca artikel lain mengenai Street Food.

SHARE :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.