Pagi ini, mungkin Anda membuka Figma sambil menyeruput kopi, lalu mendapati notifikasi: ada update baru. Lagi. Tahun 2026 ini hampir setiap minggu ada satu tool desain berbasis AI yang meluncur. Kalau Anda seperti kebanyakan desainer yang saya kenal, perasaannya campur aduk—antara penasaran dan sedikit waswas. Mungkin Anda juga sempat membaca artikel yang mengklaim AI akan menggantikan desainer dalam beberapa tahun ke depan. Atau menonton video YouTube tentang seseorang yang membangun aplikasi lengkap dalam 30 menit hanya dengan prompt. Antara berita-berita seperti itu dan kenyataan pekerjaan sehari-hari Anda—dengan stakeholder yang tidak tahu apa yang mereka mau, deadline yang mepet, dan revisi yang tak berkesudahan—ada jarak yang membingungkan. Mana yang sebenarnya terjadi? Wajar kalau bingung. Tapi izinkan saya menawarkan kerangka berpikir yang lebih jernih, berdasarkan riset terbaru. Adopsi AI Sudah Bukan Tren—Sudah Jadi Standar Mari mulai dari fakta yang sulit dibantah. Survei Stack Overflow 2025—yang menghimpun lebih dari 49 ribu responden dari 177 negara—mencatat 84% developer menggunakan atau berencana menggunakan AI dalam pekerjaan mereka. Naik dari 76% setahun sebelumnya. Sumber lokal, Azura Labs (2025), membulatkannya menjadi 85%. Lebih tajam lagi: 51% developer profesional memakai AI setiap hari. Artinya AI bukan lagi mainan akhir pekan. Ia sudah menjadi bagian fundamental dari budaya kerja…
View the articleDowntube Nova (Tiga Tahun Kemudian)
August 25, 2020
Perkenalkan Nova, Downtube Nova, sebuah sepeda lipat yang kecil tapi lincah yang sudah menemani saya tiga tahun sepedahan ke sana-sini.
View the article
