Pada awalnya saya tidak dapat membedakan antara so’un (sohun) dan bihun, keduanya berwarna putih bening, tapi ternyata ada perbedaan mendasar dari kedua jenis mie tersebut. Bihun ternyata terbuat dari tepung beras sementara so’un terbuat dari pati umbi-umbian. So’un juga biasanya sedikit lebih besar, selain teksturnya yang lebih kenyal dan licin. Nah, di Bakso So’un dan Mie Ayam Lodaya ini yang disajikan adalah so’un tadi, tentu, saja sesuai namanya. Kunjungan pertama saya adalah beberapa tahun lalu ketika bakso ini masih berjualan di Lodaya, Buahbatu, itulah kenapa namanya Bakso So’un & Mie Ayam Lodaya meskipun saat ini terletak di Jalan Veteran. Kedai bakso yang buka dari hari Selasa sampai dengan hari Minggu setiap pukul sebelas siang sampai pukul sembilan malam ini semakin ramai didatangi pengunjung, seringkali saya harus masuk waiting list kalau berkunjung ke sini. Tidak lama, karena meja dan kursinya juga banyak. Penyajiannya juga cepat karena pegawainya banyak. Satu porsi bakso so’un urat dan daging berisi mie so’un (yang tidak terlalu banyak), dua butir bakso urat, dua butir bakso halus, potongan tahu goreng, dan tetelan (daging sapi). Kalau mau sayur (sawi), harus memesan sayuran secara terpisah karena secara default tidak ada sayurnya. Pun begitu dengan pangsit goreng yang biasanya sudah termasuk…

View the article

Kupat tahu adalah hidangan khas Sunda yang biasanya terdiri atas potongan kupat beras dan tahu yang sudah digoreng. Ada beberapa jenis kupat tahu yang sering saya temui di Bandung, selain khas Singaparna yang menggunakan kuah kacang, ada juga kupat tahu petis yang menggunakan kuah dari bahan dasar petis. Petis sendiri adalah warisan kuliner nusantara yang ada sejak dulu. Petis dibuat dari bahan dasar udang yang pada proses akhirnya dicampur dengan karamel gula aren. Itulah kenapa rasanya gurih dan sedikit manis, dengan tampilan khas warna hitam. Siang tadi saya mengunjungi Kupat Tahu Petis & Sayur Pak Haji di Jalan Halimun atau Jalan Putri. Saat ini, usaha yang dimulai sejak tahun 1921 ini dikelola oleh generasi ketiganya. Satu porsi kupat tahu petis berisi potongan-potongan kupat, potongan-potongan tahu goreng, irisan mentimun, tauge (kecambah), dan remah kerupuk kuning. Kesemuanya disiram kuah petis yang diulek manual berdasarkan pesanan, inilah kenapa harus sedikit bersabar menanti pesanan, apalagi kalau sedang banyak pengunjung. Kupat tahu sayur juga berisi sama, hanya saja kuah petisnya diganti menjadi kuah sayur yang sudah disiapkan sebelumnya, rasanya seperti kuah kaldu. Keduanya gurih, hanya saja yang petis terasa lebih manis. Saya suka kupatnya yang lembut dan padat. Kuah petisnya juga enak, tidak ada kandungan…

View the article

Yang sering main sampai larut malam di daerah Bandung kota atau Bandung bagian atas setidaknya pernah mendengar warung kopi (warkop) Gembul di Ciumbuleuit ini. Gembul, atau Gemboel, awalnya hanya menjual kopi dan Indomie tapi sekarang sudah banyak ragam sajian yang ditawarkan meski konsepnya tidak berubah: warkop. Sore tadi sepulang kerja, kami titip Kinanti di neneknya. Tujuannya, mengulang masa pacaran: makan sore di Gembul. Dulu ketika pertama kali datang, hanya ada dua atau tiga kursi panjang. Lapaknya memanfaatkan lahan kosong di sebelah bangunan yang sekarang malah jadi tempat berjualannya. Saya diajak teman yang kuliah di Unpar saat itu (Sipil 2002), kalau tidak salah menjelang tengah malam. Selain Indomie dan kopi (kopi sachet), Gembul juga menjual nasi kuning. Nasi kuningnya yang saya suka, dan membuat saya sering berkunjung. Selain dekat dengan kampus Unpar, salah satu alasan kenapa warkop ini populer adalah karena buka 24 jam. Jadi selain saat jam makan, Gembul juga pasti ramai selepas tengah malam. Sebetulnya hanya dua alasan tadi yang membuat warkop inj ramai, karena tidak ada sajian istimewa. Saat ini, selain tempatnya yang bertambah luas, Gembul juga menyajikan lebih banyak lauk tambahan untuk nasi kuningnya. Porsi standar nasi kuning di sini disajikan dengan telur dadar iris, mustafa (kentang…

View the article

Makanan dengan bahan dasar ikan olahan selalu menarik minat saya, saya suka siomay, batagor, dan pempek. Ada satu penjual pempek yang sering saya datangi, namanya Pempek 10 Ulu Pak Anang. Pempek 10 Ulu Pak Anang ini terletak sebelum pertigaan anatara Jalan Veteran dengan Jalan Sunda, Jalan Veteran ini satu arah, penjual pempek ini ada di sebelah kiri jalan. Tepatnya setelah showroom Nissan Veteran. Tempatnya tidak telalu besar, memanjang ke belakang. Meja dan kursinya juga tidak seperti resto, tidak ada penyejuk ruangan. Siap-siap untuk suasana seperti itu ketika berkunjung, yang menurut saya tidak mengurangi keinginan untuk kembali lagi ke sini. Salah satu alasan kenapa saya suka makan pempek di sini adalah karena cuko (cuka) yang mirip dengan sajian pempek yang saya temui ketika saya berkunjung ke Palembang, tempat asal sajian pempek. Cukanya agak keruh dan kental, ada aroma ebi yang bisa tercium dan ketika dicoba memang terasa ada campuran ebi di sana. Selain cukanya, saya juga suka pempeknya yang lembut dan terasa sekali kandungan ikannya. Pempeknya padat berisi, tapi tidak keras. Kulit luarnya juga tidak terlalu kering, pengalaman bertahun-tahun menggoreng sepertinya menghasilkan takaran tingkat kekeringan pempek di sini. Saya selalu pesan Lenggang, suka sekali dengan sajian Lenggang di Pempek 10 Ulu…

View the article

Nasi Hainan, sesuai dengan namanya berasal dari Provinsi Hainan, Tiongkok. Dibawa oleh para imigran Tiongkok hidangan jenis ini kemudian dikenal sebagai makanan khas Singapura dan Malaysia. Nasi ini biasanya disajikan dengan daging ayam atau bebek. Di Indonesia, makanan jenis ini sering ditemui di kedai atau resto kopitiam. Kedai kopi dan hidangan sarapan yang banyak ditemui di negara Asia Tenggara. Salah satu kopitiam yang sering saya kunjungi adalah Kopi Scooter (Coffee Scooter) yang terletak di lantai 1 pusat belanja Riau Junction. Siang tadi seperti biasanya saya memesan Nasi Hainan Ayam Panggang, sementara Ami memesan varian dengan ayam yang dikukus. Seingat saya, saya sudah mencoba hidangan ini di setidaknya beberapa tempat dan nasi hainan ayam di Kopi Scooter adalah yang paling enak. Tempat-tempat lainnya seperti Uncle K 23 Paskal dan Kopi 170 enak, tapi tidak seenak yang saya nikmati di Kopi Scooter. Nasi hainan ayam di Duck King juga sebetulnya enak, tapi perbandingan harganya tidak seimbang. Saya juga pernah mencoba nasi hainan ayam di Singapura, tepatnya di Food Republic, tapi sepertinya tidak pas di lidah saya. Dalam satu paket nasi hainan ayam disajikan satu porsi nasi hainan, satu potong ayam, setengah butir pindang telur ayam, kuah rempah, dan sambal juga saus kecap….

View the article
@